Sabtu, 16 Juni 2012

RJK 2012 06 16, Sabtu : Sebenarnya Si Ide itu Sedang Berjalan-Jalan di Depan Kita

Gambar dari Sini

Beberapa hari yang lalu, aku sedang duduk di tepi jalan saat ide untuk menulis posting ini melintas. Waktu itu aku sedang menunggu motorku di tempeli stiker untuk menutupi goresan goresan halus akibat usia di sekujur badannya. Alhasil, sekarang motorku - sebenarnya motor kantor - punya penampilan baru yang lebih fres.

Saat itu, ditemani buku Catatan Seorang Demonstran dan segelas es teh, satu opini yang sudah lama aku yakini, tiba-tiba saja muncul kembali begitu saja. Opini itu adalah bahwa sebenarnya ide itu ada di mana saja dan siap untuk dijadikan apa saja. Ya, benar walkers, ide itu sebenarnya ada di mana saja, kapan saja. Ide itu sedang berjalan jalan dan siap untuk kita kantongi dalam otak kita. Jadi siapa bilang kalau mendapatkan ide itu adalah suatu yang sulit?

Contohnya saja begini. Saat itu aku sedang duduk di jalan Genteng Kali di seberang jalan dari Tunjungan City (Eks. Shiola). Di kanan dan kiriku berderet deret (orang-orang miskin?) yang menjajakan jasa pemasangan stiker ke badan motor atau mobil. Disana juga terdapar  bangunan-bangunan tua yang kurang terawat. Sebuah keadaan yang sangat kontra sekali dengan apa yang ada di seberang jalannya. Di mana di sana berdiri dengan mengah bangunan Tunjungan City, beberapa restoran dan beberapa gedung lain seperti gedung Cak Durasim. Kalau kita peka, ini bisa dijadikan bahan untuk sebuah cerpen atau tulisan jenis lain. Kita bisa membuat bapak pemasang stiker itu sebagai tokoh utamanya. Dia adalah seorang miskin yang setiap hari berhadapan langsung dan dengan leluasanya memandang apa yang ada di balik dinding dinding kaca Tunjungan City dan segala kemewahan yang ditawarkan di dalamnya. Tapi tidak pernah ada satu kesempatanpun baginya untuk masuk kesana dan menikmati setiap sarana yang disediakan. Dalam pikirnya, untuk apa masuk ke sana kalau cuma bisa menelan ludah saat ingin ini dan itu. Ironi yang lain adalah bahwa setiap hari dia harus memasang stiker ke badan motor atau mobil yang bahkan mungkin tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk memilikinya. Ironi yang menyakitkan bukan? Dimana kemewahan dan kemelaran bersanding dengan mesrah di tengah kota yang bernama Surabaya ini. Sebuah ide, walkers, sebuah cerita. Mungkin bisa lebih seru lagi kalau kita menambahkan bumbu ini dan itu dalam tulisan kita itu.

Contoh lainnya adalah ketika seorang yang terganggu jiwanya melintas di depanku. Menurutku, dia ‘bukan orang gila biasa’. Tidak seperti kebanyakan orang gila, yang satu ini berkulit kuning langsat dengan wajah yang bukan wajah khas orang Indonesia asli. Aku bisa terka dia adalah seorang keturunan Tionghoa. Sangat jarang kita melihat ada orang ketirunan Tionghoa gila yang berkeliaran di jalanan seperti itu. Nah ini sekali lagi bisa jadi bahan cerita. Mari kita mulai berimajinasi. Bisa, umpamanya kita gambarkan dia sebagai orang dari keluarga berada pada mulanya, kemudian karena satu dan beberapa hal, akhirnya dia menjadi gila. Bisa kehilangan hartanya yang melimpah, atau karena ditinggal istrinya, atau bisa saja penyebab lainnya. Lihat, amati, rasakan, imajinasikan, dan tuliskan, maka sebuah cerita sekali lagi akan muncul dari hal yang sederhana.

Hal lain yang mungkin bisa diangkat untuk bahan tulisan adalah ketika ada sepasang anak muda mudi berseragam SMP yang melintas dan berhenti tak jauh dari tempatku duduk. Dari jauh sudah terlihat jelas wajah si cewek yang manyun dan si cowok yang ‘ngomel’ di belakangnya. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara mereka. Tapi mungkin adalah hal klise. Untuk sekali lagi, mari berimajinasi. Kali ini, silahkan kalian berimanijasi sendiri, walkers. Imajinasikan seperti apa yang kalian bisa. Berimajinasi itu seperti bermimpi, dan bermimpi itu mengasikkan. Kita tidak sendang menuduh dan mencurigai atau memfitnah seeorang bukan? Maka itu, bermimpi dan berimajinasi itu bukan sebuah dosa aku kira.


Gambar dari Sini


Kalau masih kurang, aku tambahkan satu bukti lagi kalau sebenarnya ide itu sedang berjalan dalan dan ada di mana saja. Malam itu, aku sedang berada di atas kedaraan penggendong mobil milik perusahaan tempatku bekerja. Saat itu towing (kendaraan penggendong mobil) kami melintas di depan hotel Singgasana jalan Gunung Sari Surabaya. Di sisi kiriku mengalir dengan tenang sungai Mas yang mengantarkan berjuta juta kubik air ke lautan lepas. Sinar bulan yang keperakan memantul dengan lembut di permukaanya. Pantulannya seperti ribuan kunang-kunang yang sedang menari diatas air. Melihat itu, satu ide segar lagi-lagi muncul di otakku. Aku berimajinasi bahwa di sana ada rumah makan yang sebagian bangunannya mengapung di tepi sungai. Ada lampu lampu kecil yang indah yang menghiasinya, ada perahu kecil yang mengapung kesana kemari di tengah sungai, dan sepasang muda-mudi yang di mabuk cinta sedang asik mendayung perahu berdua. Betapa romantisnya suasana itu, dan kembali, satu peristiwa, satu imajinasi, satu cerita, satu tulisan tercipta. Jadi, untuk sekali lagi, siapa bilang ide itu sulit didapatkan?

Walkers, mulai sekarang lebih pekalah. Ubah cara pandang kita untuk bisa menangkap si ide yang sedang berjalan jalan dan menggoda kita untuk menangkapnya untuk kemudian menuangkannya dalam sebuah tulisan. Jadi mulai sekarang tidak ada lagi alasan untuk berkata, “maaf, ide lagi mampet” ketika kita diminta untuk menulis.

Menulislah banyak-banyak. Semakin banyak kita menulis, semakin baik kemampuan kita dan semakin keren imajinasi-imajinasi yang bisa kita hasilkan. Kata pepatah : alah bisa karena biasa.

15 komentar:

  1. Setuju...
    aku sudah mulai mengumpulkan ide2 itu, dan sebagian akan dan sudah di tuangkan di Media macarita, jujur saya belajar dari kang Ridwan.

    matur nuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat terus kang. mungkin bukan cuma dari saya saja kang, tapi sahabat-sahabat bloofers emang top dan inspiratif semua. aku bangga menjadi bagian dari mereka yang aktif di sana.

      Hapus
  2. #plak #plak #plak
    entah berapa kali tamparan mendarat di hati saya. baca postingan ini jadi ingin berkaca dan malu. saya malah suka memendam ide yang sudah beterbangan di otak, jadi ga bisa memilah mana yang akan saya tuangkan om. okehlah mulai hari ini lebih peka dan berimajinasi lewat tulisan. yuhuuu.. matur nuwun om :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah begitu seharusnya. sebenarnya kalau mau menulis setiap hari juga bisa. karena ide itu, gak pernah jauh dari kita. semangat, Irma ....

      Hapus
  3. Ideee.. Yup. Membiarkan ide yg melintas begitu saja. Itu yg seringkali aku lakukan. Dan ketika menemukan banyak ide, mereka malah berputar-putar dalam pikiranku tak beraturan. --"
    Evaluasi diri.. InsyaAllah bisa lebih peka dan ide itu tertata rapi menjadi tulisan.
    Trimakasih sudah diingatkan Mas Mridwan. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau begitu, sekarang tinggal bagaimana kita menata apa yang ada dalam otak kita bukan? aku tunggu hasilnya ya ....

      Hapus
  4. Contoh lainnya... saya langsung dapat ide setelah membaca tulisan ini. Thanks buat imajinasinya... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, ini juga keren. aku tunggu karya kamu selanjutnya ya ....

      Hapus
    2. qiqiqi... aku tunggu karya kamu selanjutnya...
      belum kenal kita ya mas...

      Hapus
  5. hanya apakah kita bisa konek menjadikan impian itu untuk menjadi sebuah ide yang juga bisa dinikmati oleh orang lain...

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua tergantung kreatifitas kita untuk menjadikan satu hal yang sederhana itu menjadi semenarik mungkin ....

      Hapus
  6. Kita cuma butuh hati, mata, telinga, otak dan selembar catatan kecil buat menangkap ide yang bersliweran :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bunda, dan setelah itu, gak ada alasan lagi ide lagi buntu .... :)

      Hapus
  7. Kalo aku si ide itu bisa muncul ketika aku mendengarkan sebuah lagu dan ketika topik itu sedang di bicarakan namun ide itu tak sepenuhnya sama dengan isi lagu namun kata kuncinya saja yang aku ambil.
    Niche blog

    BalasHapus
  8. iya, ide itu banyak kok
    salam hangat dari Galaxi

    BalasHapus

.
..
Buktikan kunjungan kamu ke blog ini dengan meninggalkan komentar sebagai jejak kunjungan.
..
.

Ada kesalahan di dalam gadget ini