Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 November 2013

Dia yang Sangat Merindukanmu

Pernahkah kita menyadari kalau kadang kita itu egois?

Pernahkah kita sadar kalau jauh di sana ada orang yang benar-benar tulus merindukan kita? Dia yang merindukan kita itu, terkadang hanya butuh mendengar suara kita untuk mengobati kerinduannya. Ya, walau tanpa percakapan panjang, hanya dengan kalimat “Aku baik baik saja.” Dia sudah puas. Terkadang kita tidak pernah benar-benar mengerti apa yang dia rasakan.

Walkers, dibawah ini adalah petikan percakapan tiga orang lewat BBM. Aku share disini, mungkin bisa jadi pelajaran untuk kita semua. Nama orang-orang yang terlibat serta id BBM di samarkan untuk menjaga privasi. Percakapan sengaja tidak diedit, sengaja dibiarkan banyak kesalahan ketiknya untuk menunjukkan keasliannya.


P:  Bunda

EMAK: Knp?

P: Udah berapa kali ibu minta ditelepon
P: Tapi aku gak telepom
P: Telepon

PICT : Telpom donk

EMAK: Kenapaa?

P: Kalau denger suaranya

PICT : Aq aja sering Nelpom

P: Kadang aku sering nyesek
P: Pengen pulang

PICT : ({})
PICT : Ooo

EMAK: Telpon lah mas. Membahagiakaan org tua dgn cara yg beliau inginkan.
EMAK: Bkn dgn yg kita pikirkan
EMAK: Akan lbh tepat dan mengena dihatinya

PICT : Oyi

P: :|
P: Aku egois ya bund

PICT : Ayoo telpon

EMAK: Kayaknya dl kita pernah ngobrol juga ya, bahwa org tua tidak mengharapkan materi sbg wujud perhatian anak.
EMAK: Was2 berjauhan
EMAK: Ingin yaakinkan diri bhw anaknya baik2 saja
EMAK: Butuh perhatian walau sekedar disapa apa kabar

P: Hhhhhh...

EMAK: Jarak, sll membutuhkan komunikasi intens
EMAK: Spt kalau kita berjauhan dgn kekasih, pasti ingin sll keep in touch
EMAK: Sama aja dgn ortu
EMAK: Jgn smp salah paham
EMAK: Tdk tlp nanti malah dikira tdk rindu/ tdk perduli
EMAK: Sbg bunda, aku suka kalau anakku bilang, kangen bunda
EMAK: Dulu, mas Yok juga suka gitu
EMAK: Ibuku protes
EMAK: Mas yok jawab, kalau masyok ga telp berarti mas yok baik2 aja
EMAK: Trus ibu blg, apa ibu nggak boleh dengar berita kamu baik2 aja? Apa hrs saat kamu punya mslh br ibu tau?

PICT : Ooo

EMAK: Hihihi
EMAK: Bawel ya mak ini

PICT : Ah ga

EMAK: Asik

PICT : Udah kakak telpon gih
PICT : Kalau nangis terus bobok yaa
PICT : Jangan lupa cuci kaki

P: Pernah ibu minta aku telepon

EMAK: Kalau nangis dengerin fatin dulu biar puas dl nangisnya :@
EMAK: :p

P: Di sms adik bilang penting
P: Waktu aku telepon dan tanya ada apa
P: Ibu cuma bilang
P: "Cuma ingin denger suaranya"
P: "Gimana kabarnya di sana?"

PICT : Itu artinya jarang banget telepon

P: Waktu aku bilang aku baik baik saja

PICT : Aq hampir tiap minggu
PICT : Ato semau ku

P: Ibu bilang, sudah tutup teleponnya kalau sibuk, ibu cuma pengen denger suaranya
P: Gimana gak mau tersentuh coba...
P: Bersukur tole bisa ada kesempatan telepon
P: Aku bukan gak punya kesempatan telepon
P: Cuma ya itu tadi
P: Kalau sudah telepon pengennya pulang

EMAK: Home sick nya jgn dipelihara ah
EMAK: Apalagi jd bikin takut tlp ibu
EMAK: Tlp aja, kalau jd sedih ya hibur hati
EMAK: Kapan lagi nyenengin org tua
EMAK: Baru menahan rindu aja udah terasa berat, bayangkan dgn apa yg dirasakan ibu.
EMAK: Come ooon...

P: Ya mak
P: Makasih ya mak....

EMAK: Kalau yg begini hrs dikerasin nih

PICT : Udah berubah mak ga bund

EMAK: Tak jewer aja kalo ga nelpon

PICT : Udah oke

P: :)

EMAK: Opo sih berubah mak ga bund?

PICT : Hahaha

P: Hanya wanita yang bisa memahami wanita, hanya dengan hati seorang ibu kita tahu apa yang ssorang ibu mau...
P: Sekali lai makasih mak





Walkers, sudahkah telepon ibu hari ini?
Beliu pasti sedang merindukanmu.
 


Sumber gambar dari sini




READ MORE - Dia yang Sangat Merindukanmu

Kamis, 24 Januari 2013

Hari Ini Aku Bertemu Slank, Ya Rosulullah


Kejadian ini sebenarnya sudah lewat beberapa waktu yang lalau. Tapi hari ini, saat nonton tayangan di salah satu stasiun tv berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, kejadian ini seperti terputar ulang diotakku.
Saat itu, suatu sore yang sedikit mendung. Aku bermaksud untuk pulang ke kontrakanku di sekitar daerah jembatan Suramadu. Perjalanan dari arah Dukuh Kupang itu membawaku melewati daerah depan Balai Pemuda. Tidak mengherankan sebenarnya kalau tiba-tiba daerah ini terlihat begitu padat dibanding jalan-jalan yang lain. Di tempat ini ada beberapa tempat keramaian utama di Surabaya.

Seperti juga sore itu, jalan di depan Balai Pemuda terlihat padat merayap. Sirine polisi terdengar meraung-raung di depan sana. Aku jadi penasaran, ada apa sebenarnya?

Perlahan sepeda motor yang aku kendarai sampai pada pusat kerumunan. Tepat pada saat itulah aku baru tahu kalau sedang ada grup band Slank, SID dan beberapa lainnya sedang akan melakukan pawai menuju tempat konser mereka. Aku tidak tahu tepatnya dimana, tapi entah mengapa tiba-tiba hati ini jadi begitu berbunga2.

Mereka yang selama ini cuma bisa aku lihat di layar kaca, sekarang ada di depan mataku. Tak lebih dari lima puluh meter jarak antara aku dengan mereka. Dekat sekali. Hingga wajah- wajah mereka bisa aku lihat dengan jelas. Ada beberapa kali kelebatan rasa yang aneh, rasa bahagia dan bersemangat yang serentak aku rasakan dengan tiba-tiba. Begini rupanya rasanya bertemu dengan seorang yang kita idolakan. Campur aduk!

Semua tak berlangsung lama. Di persimpangan jalan, aku harus mengarah ke arah jalan yang berbeda dengan yang mereka lalui. Aku berbelok ke kanan, sedangkan mereka mengarah lurus melewati persimpangan jalan. Uforia pawai mereka perlahan pergi menjauh dariku. Anehnya, perasaan bahagia dan bersemangat itu masih aku rasakan sampai beberapa kilometer setelahnya.

Baru kali ini aku berada dalam situasi seperti ini. "Bertemu langsung" dengan artis yang diidolakan banyak orang. Bahagia dan bersemangat sekali rasanya. Lalu bagaimana kalau aku bertemu dengan Rasulullah? Tiba-tiba pertanyaan itu muncul serta merta dalan otakku.

Merasakan sedemikian senang dan bersemangatnya bertemu dengan Slank, idola yang diangkat oleh manusia saja sudah begitu bahagianya. Bagaimana ketika kelak aku bertemu dengan Rasulullah? Manusia yang bahkan di sanjung oleh ALLAH, sang pencipta sendiri? Aku merinding membayangkan bila saat itu benar-benar terjadi.

Diatas sepeda motor yang aku kendarai, secara spontan hadir bayangan bagaimana aku berhadapan langsung dengan Nabi Muhammad SAW, manusia yang namanya tersemat juga untuk nama depanku. Aku bergidik, merinding sejadi jadinya. Aku bertanya, masih sanggupkah aku berdiri dihadapannya? Memandang wajahnya? Mengucap salam padanya? Bahkan untuk menyentuh dan merangkulnya? Dengan tubuh yang penuh noda dosa ini? Padahal dia adalah manusia suci pilihan ALLAH sendiri. Sedang aku? Siapa aku ini? Tak lebih dari hamba yang sering kali membangkang dan berlumuran dosa. Tak pantas rasanya. Bahkan untuk membandingkanpun aku tak berani. Hatiku mencelos, tumpah dalam kubangan perasaan yang tak tergambarkan.

Perlahan ada kerinduan yang aneh menjalari hatiku. Kerinduan yang dalam dan sangat amat dalam nadiku. Kerinduan pada sosok manusia sempurna. Perlahan mataku basah di balik kaca hitam helm yang aku pakai, mengaburkan pandanganku. Sampai-sampai aku memutuskan untuk berhenti sejenak di pinggir jalan, menikmati semua kerinduan yang membuncah ini secara rahasia. Membiarkan debaran-debaran halus rasa yang mengalir seperti udara segar yang melewati lubang sempit yang telah lama tak pernah dilalui udara. Dadaku kembang kempis sendiri, meresapi segalanya. Aku bertasbih, bertahmid dan bertahlil memujiNYA, bersolawat bersalam pada junjunganNYA. Ya Rosul, hari ini kami bertemu dengan Slank, kapan kami bisa memandang wajahmu wahai Kekasih Sang Pencipta? Sapalah kami wahai manusia utama, walau jiwa dan raga kami berlumuran dosa sepekat ini. Ya Rosul, kami rindu padamu. Solawat dan salam selalu untukmu. Sekali lagi ya Rosul, kami rindu, sapalah jiwa yang gersang ini ya Habibi ....

(Tulisan sejenis pernah aku buat di sini kumpulanfiksiku.blogspot.com/2012/02/aku-rindu.html?m=1. Bila suka tulisan ini silahkan bagikan di Fb atau twitter kamu dengan mengklik lambang fb/twitter dibawah ini. Terimakasih sudah berkunjung dan menyimak.)

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


READ MORE - Hari Ini Aku Bertemu Slank, Ya Rosulullah