Rabu, 09 Maret 2011

Tipe Teman Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh, dan haram, siapa saja mereka?


Teman teman di sekitar kita sebenarnya dapat di golongkan seperti penggolongan hukum dalam agama. Ada teman yang “wajib”, ada yang “sunnah”, ada teman yang “mubah”, ada yang “makruh” bahkan ada teman yang “haram”.

Tapi, tunggu dulu, sebelum membaca lebih jauh lagi, sebelum berfikir diluar jalur pikiran penulis, perlu di ketahui dulu bahwa pengistilahan wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram di sini hanya sekedar meminjam istilah saja. Bukan dengan maksud mengadakan hukum itu secara mutlak kepada teman teman di sekitar kita. Maka itu, penulis memberikan tanda petik untuk mengapit nama hukum-hukum itu. Karena memang, tidak ada yang benar benar teman yang wajib, yang sunnah, yang makruh, yang mubah, dan yang haram. Semua hanya pengandaian saja. Jadi, selamat membaca dan menikmati alam pikiran penulis yang terkadang nyeleneh ini....…



Teman yang “Wajib”.

Tipe teman yang pertama di ibaratkan seperti teman yang “wajib” adanya. Kata iklan, gak ada lo gak rame!

Teman yang seperti ini bukan hanya harus baik. Tapi lebih dari itu, teman tipe ini adalah mereka yang selalu di nantikan kehadirannya di manapun. Dia dibutuhkan bukan karena pembawaanya yang selalu menghibur, tetapi juga bisa mengubah setidaknya rasa jemu menjadi lebih menyenangkan. Teman tipe ini bisa di jadikan sandaran saat kita membutuhkan bantuan. Kita akan berusaha mencarinya saat kita membutuhkan atau dia tidak ada di sekitar kita.

Teman tipe ini bisa dibaratkan sebagai penjual minyak wangi atau sang juara kelas yang santun. Teman tipe ini, secara tidak langsung akan mempengaruhi kita untuk menjadi lebih baik. Atau setidaknya, kita bisa dianggap lebih baik oleh orang orang di sekitar kita bila kita dekat dengan tipe teman yang “wajib” ini.



Teman yang “Sunnah”.

Teman tipe “sunnah” ini adalah teman yang keberadaannya sebenarnya tidak begitu penting dalam kehidupan kita. Tapi kehadirannya di sekitar kita akan membawa dampak yang lebih baik buat kita dan orang orang di sekitarnya. Teman tipe ini adalah tipe teman pelengkap kebahagiaan. Tapi ketidakadaanya di sekitar kita tidak akan mempengaruhi kebahagiaan itu sendiri. Dia ada untuk membuat kebahagiaan kita kian terasa. Dia ada, untuk membuat dunia di sekitarnya lebih berwarna. Bila kia punya banyak teman tipe ini dalam hidup kita, kemungkinan besar hidup ini akan terasa makin indah. Maka itu, selain kita harus memiliki teman yang “wajib”, kita harus mencari juga teman yang “sunnah” ini sebanyak mungkin. Karena teman tipe ini memang lebih mudah di temukan daripada teman yang bertipe “wajib”.

Teman yang “Mubah”

Teman yang “Mubah” adalah teman yang keberadaannya atau ketidak adaannya di sekitar kita bernilai sama. Teman tipe ini adalah teman yang kita butuhkan karena kita hanya butuh berteman saja. Kita hanya tau dia dan dia tau tentang kita. Itu saja, dia tidak membawa kebahagiaan atau meninggalkan kesedihan buat kita. Teman yang baru kita kenal bisa di masukkan tipe yang satu ini. Bisa dikatakan setiap teman yang masuk dalam kehidupan kita, awalnya adalah teman jenis ini. Sehingga nantinya, sesuai berjalannya waktu, teman dari tipe ini akan bermetamorfosis menjadi tipe yang lain, atau tetap saja di dalam tipe “mubah” ini selamanya.


Teman yang “Makruh”

Teman yang makruh adalah teman yang keberadaanya tidak kita harapkan. Teman tipe ini bisa kita terima keberadaannya di sekitar kita. Tapi ketidakadaannya akan membuat kita merasa lebih baik. Bila dia ada di sekitar kita, setidaknya kita masih bisa menikmati kehidupan, tetapi terlalu dekat dengannya bisa mendatangkan cibiran dan hal negatif bagi kita. Ingat jengkol dan rokok bukan? Teman tipe ini bisa diibaratkan seperti rokok atau jengkol itu sendiri. Keduanya juga mempunyai hukum makruh, yang diartikan “boleh, tapi lebih baik ditinggalkan”. Teman tipe ini mungkin saja tidak berusaha membawa kita pada keburukan, tapi efek “bau” yang ditebarkan membuat kita bisa dijauhi orang lain. 


Teman yang “Haram”

Tipe teman yang terakhir ini adalah tipe teman yang sangat di anjurkan untuk dihindari. Teman yang bertipe “haram” adalah tipe teman yang mana kita akan merasa bahagia bila dia tidak ada di sekitar kita. Dan sebaliknya, bila dia ada di sekitar kita kita akan merasa sangat terganggu. Teman tipe ini bisa dikatakan sangat parah pengaruhnya dalam hidup kita. Teman yang wajib di jauhi, teman yang menjadi penyebab tidak beresnya kehidupan kita. Tapi teman seperti ini bisa hadir dalam penampilan yang menyenangkan dan tawaran yang menggiurkan. Tetapi dia menusuk dari belakang.

Teman seperti ini adalah seperti pecandu narkoba yang datang pada kita untuk menawarkan bantuan. Tapi ketika kita sadar dan menyesali apa yang terjadi, semua sudah bergitu terlambat. Dia mencari teman untuk masuk dalam kelamnya dunianya.


Itulah tadi lima tipe teman yang bisa kita jumpai dalam kehidupan kita. Coba perhatikan, kemungkinan besar orang orang di sekeliling kita bisa di golongkan kedalam golongan golongan ini. Ada teman “wajib”, “sunnah”, “mubah”, “makruh” dan “haram” dilingkungan rumah kita. Begitu juga teman teman di kantor kita, bisa juga digolongkan dalam golongan golongan ini.

Tapi ada satu hal yang lebih penting dari penggolongan penggolongan teman teman itu. Hal itu adalah pertanyaan balik pada diri kita sendiri. Bagi orang orang di sekeliling kita, kita ini sebenarnya masuk golongan yang mana? Yang “wajib”, “sunnah”, “mubah”, “makruh” atau “haram”kah? Sangat penting bagi kita untuk bisa mengetahui hal ini. Sangat penting bagi kita untuk mengoreksi diri kita sendiri sebelum berpusing pusing ria menggolong golongkan teman teman di sekeliling kita ke dalam golongan golongan itu. Sebisa mungkin, mari menjadi teman yang “wajib” untuk semua orang, di manapun kita berada.

Tapi dari golongan yang manapun teman kita itu berasal, tidak akan terjadi masalah besar bila kita bisa menerima teman kita apa adanya. Seorang teman yang baik tidak akan mengubah temannya dengan cara yang ekstrim. Bila kita memang ingin mengubah teman kita ke arah yang lebih baik, maka perbaikilah diri kita sendiri. Jadikan diri kita ini contoh dan inspirasi bagi perubahan orang lain kearah yang lebih baik. kecuali untuk teman dari golongan teman yang “haram”. Sangat berhati hatilah ketika kita mau berteman dekat dengan tipe ini. Berhati hatilah karena mereka terkadang datang pada kita dengan topeng yang baik, tampil dengan tempilan yang baik baik namun dengan pisau belati yang siap menikam dengan lembut.


Sahabat

Nah lo, apa lagi ini? kenapa ada pembahasan tentang ‘sahabat’ di sini. Bukankah hukum seperti itu cuma ada lima? Wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Lalu sahabat masuk yang mana?

Sahabat itu sebenarnya adalah bentuk hiperbola dari teman yang masuk dalam golongan “wajib”. Ya! Seorang sahabat lebih dari itu.

Seorang teman yang “wajib” membuat kita bahagia karena kebaradaanya. Tapi seorang sahabat mampu membuat kita bahagia dengan kehadiarannya, dan bahkan seorang sahabat bisa membuat kita bahagia hanya dengan mengingatnya saja. Dia mampu memberikan kita warna hari yang berbeda hanya dengan menyebut dan mengingat namanya. Sahabat itu tidak pernah menjadi sinar matahari dalam kehidupan kita. Tapi lebih dari itu, sahabat itu bagaikan kedua lengan kita.

Dia ada, kapanpun untuk kita. Saat kita menangis, dia ada untuk menghapus air mata kita. Saat kita terawa, dia ada untuk menutupi mulut kita dari lalat yang jahil. Saat kita merasa kesakitan, dia ada untuk berbagi rasa sakit itu. Saat kita jadi sang juara, dia akan ada buat kita untuk mengangkat tinggi tinggi piala kita dan menunjukkan pada dunia, betapa bangganya dia pada kita. Betapa indahnya dia, betapa berharganya dia bagi jiwa kita.

Sahabat adalah dia, yang mampu menampung segala curahan hati kita tanpa harus bocor ke hati yang tidak seharusnya tahu. Sahabat mampu berkata tidak untuk setiap hal bodoh yang akan kita lakukan. Sahabat mampu mendampingi kita melewati hari tanpa makan disaat kantong kita dan dia sama sama tidak lagi berisi.

Bukan sahabat dia yang selalu berkata ‘ya’ untuk setiap hal yang kita lakukan. Dia bukan yes man yang selalu menyetujui keputusan kita. Bukan sahabat yang bisanya selalu ikut apa yang kita mau. Sahabat adalah tempat berbagi, tempat mencari rasa aman, tempat mengadu, tempat di mana kita bisa bersandar saat kita menangis.

Dan taukah teman teman siapa sesungguhnya yang bisa kita jadikan sahabat sejati itu? Kalau teman teman mau, jadikanlah Muhammad bin Abdullah sebagai sahabat baik teman teman semua. Jadikan Beliau sebagai teman yang selalu kita ingat saat kita sedih, sebut namanya saat kita merasa gundah. Kirimkan sholawat salam kepadanya saat kita duduk, saat kita berbaring, saat kita berjalan, bahkan saat kita sendiri ataupun saat di tempat yang hingar bingar. Jadikan namanya pembuat damai di hati kita. Jadikan beliau sahabat. Dimana walaupun beliau tidak ada di sekitar kita, tapi beliau hidup di hati kita, memberikan kita kebahagiaan walau hanya dengan menyebut namanya.



Sahabat terbaik.

Dan inilah yang berada di puncak urutannya. Kalau sahabat sudah lebih tinggi tingkatannya dari teman yang “wajib” maka inilah sahabat yang tak akan pernah ada tandingannya. Dia adalah tempat mangadu yang tak pernah meminta kita untuk mendengar keluh kesahNya. Dia adalah tempat meminta pertolongan tanpa pernah meminta kita untuk menolongNya.

Dia ada jauh lebih dekat dengan urat nadi kita. Dia mengerti kita lebih dari kita mengerti diri kita sendiri. Dia bisa memaafkan kita, sebanyak apapun kesalahan kita bila kita mau menyadari dan meminta maaf. Dia bisa menerima penghianatan kita saat kita menjadikan yang lain sebagai sahabat kita. Dia mau menerima kita kembali, kapanpun kita kembali. Dia, sebaik baiknya pendengar, sebaik baiknya tempat meminta petunjuk, sebaik baik tempat untuk bersandar saat kita rapuh.

Dia, sahabat terbaik kita itu adalah TUHAN, Dia adalah ALLAH. Yang mengasihi dengan Rahman dan Rahimnya pada setiap mahluknya. Entah mahluknya itu taat atau pembangkang. Dia tempat kembali semuanya. Dia, yang mempu memafkan dan menerima siapa saja, tak perduli sebanyak apapun kesalahan kita. Teman teman, sudahkah kita menyadari itu………

6 komentar:

  1. Hehehe, saya masuk kemana ya? Semoga teman2 saya memilih saya yang sahabat wajib. Haha.., eh ini materinya mirip yang disampaikan Ainun Najib. Tp beda kondisi saja. Ini sahabat dan itu karyawan. Jadi ingat, dulu ngisi acara di BEM saya pake materi ini Mas. Mantep banget materinya ini...

    BalasHapus
  2. Wow...amazing, postingannya selalu terstruktur rapi, saya mendapatkan pencerahan baru, makasih mas

    BalasHapus
  3. keren2x...berharap bisa jadi teman wajib dan menjadikanNya shabat terbaik

    BalasHapus
  4. persahabatan bagai kepompong ! hahahha seperti lagu :D

    BalasHapus
  5. ;;)

    peke emoticon mana nich si Mieny.. hehe kira2 Mieny masuk yang mana Kak??

    BalasHapus
  6. @ qefy : makasih, semoga jadi temen yang wajib bagi semua orang....

    @ blackbox : amin..... :D
    @ sichandra : mari bernyanyi....
    @ mieny : masuk yang mana ya.... :D

    BalasHapus

.
..
Buktikan kunjungan kamu ke blog ini dengan meninggalkan komentar sebagai jejak kunjungan.
..
.

Ada kesalahan di dalam gadget ini