Minggu, 08 September 2013

I-1 : The Beginning



Banyak yang bertanya siapa sebenarnya I-1, temanku yang berteman dengan peri itu. He or she? Cowok atau cewek? Lalu siapa peri yang menjadi temannya? Bagaimana bentuknya? Bagaimana kisah awalnya? Bukankah dalam Islam peri itu hanya jelmaan dari jin yang menyerupai suatu bentuk? Begitu banyak pertanyaan. Begitu banyak yang ingin tahu tentang dia, sosoknya dan kisahnya.

Tentang dia memang begitu banyak yang bisa diceritakan. Kalian boleh saja percaya atau tidak, itu terserah kalian. Kalian berhak berkata dia gila atau kerasukan, sudah tidak waras dan harus bertaubat. Yah, apapun itu, bagaimana hidup kadang bukan tentang hanya pilihan. Banyak, hidup itu komplit. Kadang kita tak bisa memilih. Pada tahap ini, apakah ini yang disebut sebagai ujian?

I-1, temanku itu tak ingin disebut siapa nama sebenarnya. Tak pula mempernenankan aku untuk menunjukkan siapa dia sebenarnya. Dia hany a mengizinkan aku membagi kisah ajaibnya ini. Setelah perdebatan panjang yang tak berkesudahan, bahkan tentang bagian mana yang boleh dan tak boleh diceritakan.

Aku ingin semua bagian di tuliskan di sini dengan gamblang. Awalnya dia menolak. Dia begitu takut untuk dihakimi, takut untuk kembali pada masa lalunya yang di cap kafir (tapi dia juga takut pada kenyataan kalau saat ini dia bukan lagi orang beriman). Hidup dalam banyak ketakutan walau orang di sekelilingnya mengenalnya sebagai orang ‘normal’.

***

Hari itu adalah senin beberapa hari saja sebelum  puasa Ramadhan dimulai lebih dari sepuluh tahun silam. I-1 ada dalam barisan upacara bendera yang diadakan di sekolahnya. Saat itu dia masih seorang siswa lugu kelas dua sekolah menengah  atas.

Udara panas musim kemarau memanggang setiap kepala. I-1 sebenarnya bukan siswa yang bertubuh lemah. Sejauh dia bisa mengingat, dia tidak pernah jatuh pinsan dalam keadaan apapun. Hari itu, dia merasa berbeda. Kepalanya berdenyut saat upacara tengah berlangsung. Ada rasa gengsi yang menahan egonya untuk memanggil petugas PMR yang berbaris di bagian belakang. Kejadiannya yang dia rasa di kepala itu tak berlangsung lama, hanya sekejap saja. Sampai upacara selesai, tak ada apapun yang terjadi. I-1 tidak menyadari bahwa itulah awal dari semua kejadian ini, awal pertemannya dengan para peri, para raja, dan semua kejadian yang tak masuk akal yang dia alami.

Sakit kepala sejenak itulah yang menjadikan dia berubah. Dia bukan kemudian dia yang sebelumnya lagi. Kejadian sejenak yang membuatnya melarikan diri dari kenyataan hidupnya hingga lebih dari sepuluh tahun lamanya.

i-1 baru tahu itu setelah dia masuk kedalam kelas untuk pelajaran pertama. Pening kepalanya yang tadi dia rasakan, dia rasakan lagi dalam kelas. Ringan mulanya, kemudian bertambah berat. Kepalanya seakan berubah menjadi bentuk yang tidak dia kenali lagi. Dia meraba rambutnya, mencoba mencengkramnya untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya itu, tapi tak ada hasil. Kepalanya makin berat, keseimbangannya makin hilang, kesadaran mulai menjauhinya.

Sadar ada yang tidak normal pada teman sebangkunya, Sukma yang duduk di sebelahnya menawarkan jasa untuk memapahnya ke ruang UKS. I-1 tidak menolak.

***

Sampai di ruang UKS, I-1 merebahkan tubuhnya di salah satu kasur yang ada. Di kasur yang lain, berbaring seorang siswi yang tidak dia kenal. Hanya seulas senyum yang menandakan keramah tamahan yang mereka perlihatkan. Sebelum meninggalkan teman baiknya di sana, Sukma memastikan kalau keadaan I-1 cukup kuat untuk ditinggal sendiri.

“Ada yang perlu aku siapkan?” tanyanya. I-1 hanya menggeleng seraya tersenyum untuk memastikan dia baik-baik saja.

Sukma baru saja berlalu saat tiba tiba i-1 merasa ada yang mendesak di dadanya. Dia sadar ada yang berubah dalam dirinya. I-1 berusaha menahannya. Menahan energi aneh yang menembus kedalam dadanya. Ada ketidak seimbangan aneh yang dia rasakan. Keringat dingin mulai keluar lewat pori porinya. I-1 sekuat tenaga berusaha bertahan, dia berusaha untuk tidak berteriak.

Tangannya kuat mencengkram sprai yang ada di bawah tubuhnya. Sesaat kemudian dia mulai mengejang. Ada kekuatan lain dalam tubuhnya yang tak mampu dia lawan. Nafasnya mulai tersengal. Ketika pertahanan terakhirnya jebol, I-1 berteriak sekuat tenaganya!

16 komentar:

  1. Serasa membaca kisah misteri. Cara menuliskannya keren banget.
    Lanjutkan... !

    BalasHapus
    Balasan
    1. siaap bund. ditunggu lanjutannya ya...

      Hapus
  2. Wah, bisa bersambung panjna banget kayaknya. Coba kisahku ditulis ya, kabur dari seseorang soalnya sering kesurupan

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mbak, ditulis. bakalan banyak yang baca... :)

      Hapus
  3. wah keren..nungguin nih kisah kelanjutannya.. :)

    BalasHapus
  4. Bener2 belum paham sampai sejauh ini....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha wong ini belum jauh kok Beh. Baru juga the beginning. Kita tunggu lanjutannya sambil ngopi yuk.

      Hapus
    2. maklumlah mbak, untuk urusan begini mendadak jadi lemot

      Hapus
    3. semoga yang stelah ini bisa jadi paham... :D

      Hapus
  5. Trus langsung "berubah" gitu ya? Hihi.. Kayak cerita misteri.
    Eiya mas, itu cara baca nama tokohnya gimana si? Aku bingung :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. I-1
      itu huruf 'i' dan angka satu
      kalau dalam bahas inggris akan di baca 'aiwan'
      :)

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Saya juga pernah mengalaminya kayaknya. Ada sesuatu yang mau keluar dari dada saya. Klo itu terjadi sepertinya ada yang mengalir di tubuh saya dan membuatnya jadi ringan. Wkwkwkwkwkwwk paling-paling saya cuma masuk angin

    BalasHapus

.
..
Buktikan kunjungan kamu ke blog ini dengan meninggalkan komentar sebagai jejak kunjungan.
..
.

Ada kesalahan di dalam gadget ini