Senin, 04 November 2013

Inilah Suka Duka Kami, Para Pekerja Jasa Lewat Tengah Malam



Sudah tengah malam ketika aku menuliskan posting ini, walkers. Tengah malam begini aku masih terjaga, dan memang harusnya aku terjaga. Pekerjaanku menuntut untuk bisa melek sepanjang malam. Dulu, aku pernah mendengar selentingan pendapat yang sudah menjadi kesepakatan umum. Seperti kesepakatan umum lain, yang mana seringnya mereka sebut adat, sopan santun, melekat pada suatu masyarakat seperti melekatnya kancing pada baju. Kemana harus dibawa dan dijaga oleh anggotanya. Kalau sampai menanggalkannya, berbagai sanksi adat yang akan diterima si pembangkang.

Perkerja malam sering identik dengan hal yang tabu. Penjaja tubuh di tengah malam bisa ditemukan dengan mudah di berbagai kota di negeri ini. Kalau kalian pernah berkunjung ke Jakarta atau Surabaya dan berkesempatan untuk berjalan jalan di malam hari, kalian akan dengan mudah menemukan mereka yang menjajakan diri sepanjang malam pada tempat tertentu. Mau tubuh pria atau wanita, kalian tinggal pilih. Mau bentuk yang bagaimana, kalian bisa pesan. Atau lewat media komunikasi yang canggih zaman ini, pilihan dapat kalian perluas.

Aku juga termasuk salah satu pekerja malam itu. Setelah sebelumnya, aku berprofesi sebagai pria panggilan. Pekerjaan malamku ini berbeda dengan apa yang kalian bayangkan sebelumnya mungkin. Aku tidak menjajakan tubuh. Pastinya. Aku menawarkan jasa yang lain. Jasa gendong menggendong.

Kalian yang butuh jasa untuk menggendong mobil kalian yang mogok, bisa menghubungi aku. Dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu perusahaan tempatku bekerja beroprasi. Jadi hilangkan bayangan negatif tentang diriku tadi, dan mulailah berfikir waras tentang diriku.

Seperti pekerjaan yang lain, pekerjaan yang aku geluti sekarang ini juga punya bagian yang menyenangkan juga bagian yang menyebalkan. Yah, hidup ini seimbang, walkers. Kalau kalian hanya mau bagian senangnya saja, seperti mau gajian saja tanpa mau bekerja, itu namanya bukan hidup. Kita hidup karena kita punya hal yang harus kita selesaikan. Kita hidup karena kita punya masalah buruk yang harus kita nikmati untuk menyadari keindahannya.

Kalau kalian bertanya apa dukanya pekerjaanku ini, aku mungkin akan menjawab banyak. Oya,kalau kalian mau tahu apa sebenarnya pekerjaanku sebelum aku bercerita lebih banyak lagi,  bolehlah aku beri bocorannya sekarang. Aku bekerja pada suatu perusahaan towing sebagai operator. Towing adalah kendaraan pengangkut kendaraan lain. Kendaraan yang diangkut bisa dalam berbagai kondisi. Baik mobil yang baru sampai mobil yang mengalami kecelakaan. Kebetulan, perusahaan tempatku bekerja mengkhususkan diri pada singgle towing. Yang mana maksudnya, satu kendaraan untuk menggendong satu kendaraan. Jenis towing yang lain, adalah kendaraan yang mengangkut lebih dari satu kendaaran lain diatasnya. Kalian yang tinggal di kota besar atau sepanjang pantura pasti sering melihat kendaraan semacam ini modar mandir.

Selama di Jakarta aku bertugas sebagai operator malam. Yang artinya, aku bertugas sebagai penerima order untuk malam hari. Pelanggan yang membutuhkan jasa towing, akan menghubungiku melalui nomor hotline yang tersedia. Jika terjadi kesepakatan, maka aku akan menugaskan petugas lapangan (sopir, kernet dan satu unit mobil towing) untuk mengeksekusi pesanan yang masuk.

Beberapa pengalaman yang tidak menyenangkan dalam profesiku ini diantaranya adalah aku harus bergadang nyaris tiap malam. Tugasku mengharuskan aku mengabaikan peringatan yang dilontarkan bang haji Roma Irama untuk tidak begadang bila tak ada perlunya (*** menyanyi dimulai… ). Namanya juga operator malam, jadi tugasnya ya malam. Kalau siang? Ya ganti oranglah, aku juga butuh istirahat bukan? <nyengir kuda>

Hal yang tidak menyenangkan yang lain adalah bila kami mendapatkan pelanggan yang sedang kebingungan di tengah jalan gara gara mobilnya mogok. Apalagi kalau itu seorang wanita. Bukan karena kami tidak suka melayani wanita malam hari, dengan senang hati akan kami layani (singkirkan pikiran kotor itu). Pelanggan yang sedang mogok mobilnya di jalan tengah malam, biasanya ingin dibantu secepatnya. Hal ini tentu saja tidak bisa dilakukan setiap saat. Ada berbagai hal yang bisa menghambat kami untuk bisa membantu dalam hitungan waktu yang sesingkat seingatnya.

Kemacetan, apa lagi di Jakarta, jalan yang rusak, cuaca yang tak bersahabat, dan jarak tempuh yang jauh bisa menjadi alasan utama mengapa kami tidak bisa datang secepatnya. Kami memiliki banyak armada, tapi tentu saja tidak sebanyak taksi yang menyebar dimana mana dengan berbagai merk dagang (abaikan bila ini termasuk lebaynisasi). Pelanggan yang tidak bisa kami bantu secepatnya biasanya akan terpancing emosinya. Hal ini bisa aku pahami. Keadaan bingung dipinggir jalan, kecemasan akan status kendaraan kesayangannya yang sedang tidak sehat bisa jadi pemicu yang paling mendominasi. Kekesalan ini bisa jadi dilampiaskan pada kami yang tidak bisa membantu sesuai harapan mereka. Terdengar tidak adil mungkin, tapi itulah kenyataannya. Sebagai operator yang berhubungan langsung dengan pelanggan, hanya kesabaran yang bisa jadi bentengnya.

Pergolakan hati lain yang dialami operator malam adalah masalah profesionalisme dari kru malam yang sedang bertugas. Ada kalanya pesanan towing sepi sejak sore, tapi tiba tiba banyak permintaan lewat tengah malam. Bukan hanya sekali dua kali, ini sudah kejadian yang wajar. Dalam keadaan seperti ini, kami biasanya sudah lelap tidur saat ada panggilan lewat tengah malam ini. Sebagai lelaki panggilan yang setia pada panggilan tugasnya, mau tidak mau kami harus bangun. Pelayanan terbaik untuk pelanggan, dimanapun, kapanpun harus tetap menjadi yang utama. 

Kadang ada rasa kasihan juga saat membangunkan mereka bahkan sebelum ayam berkokok. Disaat tidur pulas dengan wajahnya yang letih, aku harus membangunkan mereka. Sebagai sesama manusia, aku mengerti saat saat seperti ini mereka tidak ingin di ganggu. Kenikmatan tidur adalah salah satu hal yang tak ingin direnggut begitu saja. Tapi kembali lagi, tugas mengharuskan kami begini.

Itu mungkin sebagian dari hal yang kurang menyenangkan dalam tugas kami. masih banyak yang lain, mungkin suatu saat kalau ada kesempatan lagi, bisa kita bahas lagi, walkers.

Seperti yang aku bilang tadi, selain hal yang menyenangkan, ada yang hal hal yang membuat semua kekurang nyamanan itu terbayarkan. Salah satu diantarnya, adalah kesempatan untuk travelling. Perusahaan towing tempatku bekerja saat ini juga melayani pengantaran mobil antar kota bahkan antar pulau. Disinilah jiwa petualangku terpuaskan. Sering kali aku ditugaskan untuk mendampingi kru yang bertugas keluar kota. Tugas keluar kota berarti perjalanan jauh. 

Sebernarnya tergantung masih masing pribadi menanggapinya bagaimana. Perjalanan yang kami lakukan bisa jadi membosankan, bisa jadi menyenangkan. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.. perjalanan tugas luar kotaku tidak seperti kebanyakan tugas luar kota yang dijalani kalian, walkers. Kalau kalian bisa menuju kota tujuan dengan bus, pesawat terbang, kapal laut, atau kereta api, aku malah harus menempuhnya menggunakan truk.

Perjalanan Jakarta – Surabaya bisa memakan waktu sampai dua hari lamanya. Jakarta – bali bisa tiga sampai empat hari. Lama ya? Hal ini karena truk tidak bisa bergerak secepat kendaraan pribadi. Truk tidak dibuat seperti bus. Kalau bus, mesinnya dibuat untuk menggerakkan kendaraan tersebut agar bisa bergerak secepat mungkin, sedangkan truk dibuat untuk bisa mengangkut muatan sebanyak mungkin. Jelas bedanya. Satu untuk kecepatan, satu untuk tenaga.

Hal menyenangkan lainnya adalah saat kami melihat wajah puas dari para pelanggan kami. Wajah yang penuh sukur karena apa yang kami perbuat dengan izin Yang Maha Kuasa. Rasa lelah karena harus bekerja di jam tidur, rasanya terbayarkan sudah. Tak ada yang lebih aku sukai daripada senyum tulus yang tersungging di bibir pelanggan kami. mungkin memang sudah kodrat manusia untuk ikut bahagia melihat orang lain bahagia. Apa lagi, itu karena perbuatan baiknya sendiri.

Aku sampai pernah berfikir, kalau menurut Dia Yang Maha Adil upah yang kami dapatkan dalam pekerjaan ini masih jauh dari seharusnya kami dapat, biarlah Yang Maha Kuasa yang menggantikannya dengan pahala. Untuk itulah kami selalu berusaha ikhlas, bagaimanapun keadaan mobil yang akan kami hadapi nanti.


Walkers. Sebenarnya hidup itu indah. Tergantung bagaimana kita memaknainya saja.



25 komentar:

  1. menikmati pekerjaan adalah salah satu seni membuat hidup lebih bahagia..

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali, menikmati apa yang kita punya adalah salah satu cara menciptakan bahagia. begitu bukan... :)

      Hapus
  2. Saya tau rasanya jadi makhluk malam kang...4 tahun jadi contriller n dispatcher di perusahaan logistik jadi sering banget kena shift kalong (bgitu kami nyebutnya).. Kuncinya di bikin enjoy aja ya kang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. siaap kang. selalu menikmati apa yang bisa dinikmati...

      Hapus
  3. Kayaknya bener deh mas Ridwan, towing yang aku liat kemaren itu punyamu. Hihihi...

    Semangat ya mas... Lagunya ganti jangan dangdutnya bang Rhoma. Juga jangan lagu Fatin loh *lirik tole
    Masih tetap dengan pesan yang sama, hati-hati dan waspada, jangan sampai kehilangan lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya bund. bantu dengan doa selalu...

      Hapus
    2. weehhhhhhhhhhhhh,, mas topik ngefans sama FATIN????????
      oohh NOOOOOOOOOOOOOO

      Hapus
  4. Anak jalanan hehe..
    Cumunguud kakak... Bener sih di bawa enjoy aja hehe

    BalasHapus
  5. Hahahahaha. Pria panggilan, profesi kita sama, sering ada panggilan kemana-mana. Tapi ngeri juga ya nerima telpon malam-malam. Hahaha. Ada cerita lain Mas soal client yang iseng atau horor begitu? Hahaha...

    Aku kasi jimat biar jaga malamnya selalu okee dan semangat! Hahaha....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan mau dikasih jimat ya, mas! Nanti malah jadi panas dingin persis saya semingguan ini. #berlalu

      Hapus
    2. cerita seram mas? setiap yang bertugas malam pasti punya... :D

      dikasi jimat? boleh tuh. mungkin seduhan kopi luwak yang nikmat untuk malam hujan yang dingin menyengat?

      kalau pita sih, jimatnya lain, makanya sampe panas dingin begitu. :D

      Hapus
    3. haha. jimatnya dikasih aji-aji ya wahai pria-pria panggilan :D
      lekaslah seruput kopi kalian biar tetap terjaga semalaman..

      omong-omong, kalau bekerja di alam hari.. siangnya tidur ya? Duh, padahal menurut penelitian.. tidur selama apapun di siang hari tidak bisa menggantikan kualitas tidur di malam hari.

      Hapus
    4. siangnya tidur siang, paginya gak tidur, kan masih ada acara serah terima tugas... :)

      sayangnya ya, andai malam bisa tidur dengan lebih nyenyak dan tanpa gangguan. hanya bisa berdoa semoga tetap diberi kesehatan untuk kita semua...

      Hapus
  6. judulnya horor bgt, "Lewat tengah malam"

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi isinya gak kan... :)
      *** atau malah lebih horor lagi?

      Hapus
    2. biasanya tukang anter2 punya cap jelek. Salah satunya adalah suka "main sarong", maklum mereka2 jauh dari istri. Tapi saya kira mas pur gk gitu

      Hapus
    3. insyaallah gak begitu,
      saling mendoakan ya...

      Hapus
  7. aku dulu punya fikiran yang agak gimana gitu dengan org2 yang kerjanya berhubungan dengan mobil towing2 gitu, tapi asli.. ternyata baik2..
    mungkin ada bbrp yang kurang baik, tapi banyak juga yang baik. soale temenku itu baik banget, apalagi mas ridwan, baik poll..

    *KOMEN MBULET

    BalasHapus
    Balasan
    1. tunggu sebentar, aku mau senyum dulu sebelum balas komen ini...

      :D
      makasih yak sudah berfikir aku orang baik, mbak... :) setiap orang gak bisa dijustis dengan melihat mereka bekerja sebagai apa. setiap orang terlahir unik dan akan unik sampai kapanpun...

      Hapus
  8. Setiap pekerjaan pasti ada plus dan minusnya yaa mas.. aku juga sekarang bekerja kadang suka malu sendiri kebanyakan ngeluh, bersyukurnya jarang :'( padahal pekerjaan apapun, bagaimana pun, selama itu halal patut disyukuri ya.

    Salam kenal btw :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itulah intinya, bersyukur. semoga kita bisa menjalankannya...

      Hapus
  9. Semangat mas ridwan. Jika ikhlas, semoga setiap jalan jalan yang dilewati menjadi saksi atas tasbih-tasbih pengabdian mas ridwan kepada Allah. aamiin..

    BalasHapus
  10. semangat mas ridwan. suami saya biasanya juga lembur malam di pabrik, jadi saya sedikit banyak tahu tentang pekerjaan malam itu bagaimana :)

    BalasHapus

.
..
Buktikan kunjungan kamu ke blog ini dengan meninggalkan komentar sebagai jejak kunjungan.
..
.

Ada kesalahan di dalam gadget ini