Selasa, 04 Januari 2011

Tuhan memberiku Rp. 2.592.000.000,00 pertahun secara gratis

Suatu hari, aku sedang bersama temanku yang menderita penyakit asma. Waktu lagi asyik ngobrol, temenku itu tiba tiba mengeluarkan botol kecil dari dalam kantongnya.

"apa itu? Tanyaku,
" ini oksigen murni."
" oh, buat apa?"
" aku kan astma, ini membantu aku untuk tetap bertahan hidup....."

Entah kenapa, percakapan antara aku sama temen aku itu tetap membekas dalam ingatanku sampai sekarang. Iseng mulanya aku kemudian mencoba menghitung hitung berapa kiranya biaya yang kita butuhkan kalau seandainya, udara yang kita hirup ini tidak di berikan secara gratis oleh Tuhan. Satu botol oksigen murni itu harganya Rp.195.000,00 untuk pemakaian maksimal 30 menit. Kalau di hitung hitung mengnngunakan logika matematika, anggaplah Tuhan memberikan kita diskon untuk pembelian oksingen murni ini jadi Rp.150.000,00 untuk bernafas selama 30 menit. Alasannya, kita sudah lama berlangganan oksigen, sejak lahir malah gegegegegege....

Jadi untuk bernafas selama satu jam saja, setiap orang harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 300.000,00. Kalau kita dalam satu hari hidup selama dua puluh empat jam, maka, uang yang harus kita keluarkan untuk bernafas dalam satu hari adalah 24xRp.300.000,00 = Rp. 7.200.000,00, dengan cara yang sama, maka kita butuh biaya Rp. 50.400.000 untuk bernafas selama satu minggu, dan Rp. 216.000.000,00 untuk bernafas selama satu bulan. Untuk satu tahun kita harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 2.592.000.000,00 Masyallah, tiba tiba saja pikiranku serasa berhenti untuk berfikir, gak mampu rasanya untuk menghitung lagi ketika aku mendapatkan angka Rp. 64.800.000.000,00. Itu adalah uang yang harus aku bayarkan untuk bernafas selama 25 tahun, selama masa hidup aku ini. Aku cuma bisa diam, terharu, kemudian mulai muncul bayangan segala dosa yang pernah aku lakukan. Tuhan sudah memberi aku Rp. 64.800.000.000,00 selama hidup 25 tahunku. Sedangkan aku? Aku telah membalasnya dengan melanggar banyak larangannya.

Tuhanku hanya meminta kita untuk solat lima kali sehari. Bila di setiap waktu solat kita butuh waktu 10 menit, maka dalam satu hari, kita hanya butuh waktu 5x10menit = 50 menit, atau seharga Rp. 250.000,00 dari nafas kita sehari. Padahal dalam satu hari, Tuhan sudah memberi kita Rp. 7.200.000,00 secara gratis untuk udara yang kita hirup. Ya Tuhan, betapa gak pantasnya aku. Betapa besarnya nikmat yang telah engkau berikan pada kami. Sedangkan untuk waktu solat yang sangat murah itu, hambamu ini masih enggan......

Kalau kita mau meneruskan menghitung hitung nikmat Tuhan yang diberikan secara gratis, cobalah lihat matahari. Setiap hari berapa energi yang dekeluarkannya untuk di pancarkan ke dalam kehidupan kita. Kalau matahari padam, tapi kita dan bumi ini masih utuh, maka dari mana kita akan mendapatkan energi yang kita butuhkan. Tanpa matahari, angin akan berhenti mengalir, yang berarti kita harus berpindah tempat setiap kali ingin bernafas. Tanpa matahari, tumbuhan tidak akan menghasilakan makanan, yang berarti, kita tinggal menghitung hari untuk menyambut kematian.....

Kemudian kita lihat jantung kita. Bila jantung ini mengalami gangguan, kita butuh dokter untuk memperbaikinya. Dan untuk perbaikan jantung ini (operasi jantung) kita harus membayar setidaknya Rp. 60juta sekali perbaikan. Itu biaya perbaikan kawan, bukan biaya pembuatan. Jadi berapakah yang sudah Tuhan gratiskan untuk kita untuk pembuatan jantung ini? Otakku yang lemah ini rasanya gak mampu untuk menghitungnnya.

Sekarang berapa biaya yang sudah di gratiskan Tuhan untuk nafas, untuk sinar matahari, untuk jantung? Kemudian untuk tangan kita, untuk mata…….

Aku cuma bisa tetunduk malu mengingat semua ini,
Malu mengigat setiap dosa yang sudah aku perbuat,
Malu untuk mengingat setiap solat yang aku tinggalkan,
Tergetar seluruh badan aku kita di bacakan untukku ayat yang terjemahannya

"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Ya Tuhan, maafkanlah kami....

6 komentar:

  1. ehm rasanya nikmat itu kalau dinominalkan enggak bisa dihitung Mas... saya suka sekali dengan posting ini... matur nuwun Mas Ridwan telah mengingatkan

    BalasHapus
  2. Masya Allah mas,
    Jadi bahan renungan kita semua ini

    BalasHapus
  3. lozz : sama sama mas, semoga kita bisa jadi orang yang berfikir.....

    iqbal : amin, semoga dapet hidayahnya.....

    BalasHapus
  4. Rp. 2.592.000.000 untuk setahun yang di berikan untuk oksigen..., bagaimana dengan yang lain..??
    Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban... “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” subhanallah... makin membuat diri ini kecil dibanding Yang Maha Besar...

    Alhamdulillah... artikel yg menginspirasi..

    BalasHapus
  5. bener-bener bikin si andy mikir..

    BalasHapus
  6. @insan + andy : makasih dah berkunjung, semoga bisa menjadi pembelajaran.....

    BalasHapus

.
..
Buktikan kunjungan kamu ke blog ini dengan meninggalkan komentar sebagai jejak kunjungan.
..
.

Ada kesalahan di dalam gadget ini