Selasa, 11 Januari 2011

Ibuku dan sepotong terong

Sepotong terong di atas nasiku siang ini serasa sulit sekali aku telan. Padahal, aku ini penggemar berat terong lo. Jangankan menelan, mau menyentuhnya saja rasanya aku gak sanggup. Tenggorokanku rasanya tersumbat seonggok spon kering yang menyerap seluaruh air liurku. Kering banget rasanya seluruh mulut sampai tenggorokanku. Dan efeknya, rasa laparku, rasa sakitku, dan semangatku untuk sembuh langsung memudar. Menghilang malah……

***

Ceritanya, hari ini aku lagi sakit. Dari tadi pagi aku mendekam saja di dalam kamar kosan aku ini. Sampai kira kira jam ibu kos yang baik hati itu masuk ke kamarku,

“kamu sakit di? “ tanyanya di ambang pintu kamarku.
“ya bu, saya sakit, “
“jadi gak kerja hari ini?”
“gak kerja bu, tadi saya sudah telepon ke kantor,…..”
“sudah minum obat?”
Aku ragu untuk menjawab pertanyaan ini. Ragu karena aku tau, ibu kos aku ini orangnya baik banget, dan sangat perhatian sama anak anak kosnya.
“sudah minum obat belum…..” tanya ibu kos lagi.
“belum bu,” jawabku.
“sudah makan?”
“belum…..” jawabku lagi  “ nanti saya mau minta tolong anton saja beli nasi sama obat…”
“oh, ya sudah kalau begitu, ibu tinggal masak dulu ya…., kamu gak apa kan ibu tinggal?”
Aku mengangguk. Ada perasaan seneng banget rasanya dapet perhatian seperti itu saat aku sakit. Setelah ibu kos pergi. Aku melanjutkan tidurku yang tertunda.

***

Siang harinya aku terbangun pukul 12.36. ada anton di di ranjangnya. Rupanya dia baru pulang dari kerjanya di stasiun radio.

“napa kamu, “ tanyanya. “ kata ibu kos kamu sakit ya?” aku nyengir kuda mendengarnya. “ aku gak pulang semalem aja kamu dah sakit, gimana kalau aku tinggal dua hari…. Gagagagagagaga…..” anton tertawa terbahak bahak. Anton memang begitu orangnya. Selalu saja ceria dan bisa membawa suasana menjadi menyenangkan. Maka itu, aku betah satu kamar kos sama dia.

“Tuh di meja ada nasi, sama ikan laut, sama….., sama terong penyet…..”
Mendengar kata terong penyet, aku langsung bernafsu untuk makan. Bagiamanapun, diolah seperti apapun, terong tetap jadi sayuran idolaku. Aku berusaha bangkit dari tidurku. Anton mendekat dan memberikan sepiring nasi yang dia bilang tadi. Gak lupa juga dia mendekatkan segelas air putih dan sebungkus obat ke arahku.

“Dari sapa sih ini?” tanyaku.
“ibu kos,” jawab anton pendek.

Tiba tiba ada keharuan menyerbak di dadaku. Terharu aku punya ibu kos sebaik dia. Perhatian banget walau kita bukan anaknya.

“eh ton,” panggilku saat aku lihat anton bergeges pergi kelaur kamar.
“mau kemana kamu…” tanyaku,
“mau ke toilet. Napa?
“ bilangin ya sama ibu kos. Makasih dah repot repot buat aku. Jadi terharu aku….”

Tapi anton malah mengurungkan langkahnya keluar kamar. Dia menghampiri aku. Dan sungguh, kata kata yang diucapkan, diluar dugaanku.

“aku Cuma mau ngomong ya, terserah kamu mau nanggepinnya gimana. Tapi coba kamu pikirkan. Kamu di kasi perhatian sama ibu kos, di masakin makanan kesukaanmu waktu sakit, di kasi obat, kamu dah sebegitu berterimakasihnya. Sampe sampe kamu terharu sagala. Tapi coba kamu ingat. Sudah berapa kali ibu kamu melakukan ini buat kamu. Berapa kali kamu sakit selama sama ibu kamu. Dan coba ingat, lebih besar mana perhatian yang kamu dapet, dari ibumu apa dari ibu kos? Dari ibu kos mungkin Cuma sewaktu waktu, tapi sadar gak kalau ibu kita sudah memperhatikan kita sepenjang hidup kita?

Yang jadi pertanyaan sebenarnya adalah, sudahkah kamu berterimakasih yang sesungguhnya sama ibu kamu……””

Dadaku berdesir, tenggorokanku terasa kering mendadak. Lalu tak terasa, ada setetes air mata kerinduan menetes tak terbendung melewati pipiku.

“ibu…., maafkan anakmu ini......aku kangen ibu…..”



6 komentar:

  1. yupz ada kalanya kita justru melupakan jasa orang - orang yang seharusnya lebih berhak untuk kita kasih ucapan terima kasih. tenk yu sobat.. artikel yang sudah mengingatkan saya skan sosok orang - orang yang saya sayangi

    BalasHapus
  2. ibu adalah malaikat kita didunia, dialah pelindung kita meskipun fisik nya wanita... salam buat ibu nya ya mas..

    BalasHapus
  3. lozz : bener yang kamu bilang, mari lebih berbakti kepada orang tua kita, terutama ibu kita.....

    @ auraman : makasih, nanti kalau ingat saya sampaikan. semua ibu adalah sorang superhero.....

    BalasHapus
  4. Kadang mengucapkan rasa terimakasih kepada ibu sangat terasa berat & lidah terasa kelu. Padahal itu adalah hal yg sangat sederhana. hehehe..... :D

    BalasHapus
  5. bener, itulah yang kadang terjadi......

    BalasHapus
  6. Semangat Pagi Sobat!!, ingin memberikan masukan tentang Si Herman Kecil Yang Tangguh ni :D,. semangat

    BalasHapus

.
..
Buktikan kunjungan kamu ke blog ini dengan meninggalkan komentar sebagai jejak kunjungan.
..
.

Ada kesalahan di dalam gadget ini