Suatu malam, seorang teman memintaku datang menemuinya di 'tempat biasa'.
"Ada yang ingin aku bicarakan," katanya. "Ini penting. Makanya kamu harus datang."
Apa yang sekiranya begitu penting dan belum pernah dia ceritakan padaku? Sahabat baiknya yang hampir tiap malam bertemu? Itulah yang membuat aku penasaran. Dia mungkin seorang pemendam rahasia yang ulung, tapi biasanya tidak padaku. Apa yang terjadi padanya, seperti lebaran buku harian yang selalu terbuka untuk aku baca.
"Jadi ada apa?" Tanyaku, penasaran.
"Ini tentang keimanan, tentang seberapa kamu yakin akan doamu. Seberapa...
Senin, 20 Oktober 2014
Tuhan, Aku Minta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah Tunai
Sabtu, 26 Juli 2014
Pulang (2) : Naik Apa

Setelah berpamitan untuk resign, hal selanjutnya adalah memikirkan bagaimana aku pulang. Ada beberapa moda transportasi yang bisa aku gunakan. Bisa dengan pesawat, kereta api, atau bus. Hmmm, tahukah kalian bagaimana melafalkan nama moda transportasi yang satu ini? "Bus" dibaca "bis", "bes", "bas", atau "bus"?
Aku sudah pernah pulang kampung dengan kereta api. Tiketnya lumayan untuk kereta kelas eksekutif. Waktu itu, aku ingat saat mencari tiket kereta api secara online untuk pulang kampung harganya tidak jauh berbeda dengan tiket pesawat terbang yang paling murah. Jadi apa salahnya kalau sekarang...
Jumat, 25 Juli 2014
Pulang (1)

Januari adalah saat dimana resah itu semakin memuncak. Padahal di bulan sebelumnya, Desember, aku sudah pulang kampung. Karena itu, di Januari aku begitu yakin kalau resah itu bukan karena home sickness. Bukan! Tapi karena hal lain.
Aku tak pernah merasa kalah oleh resah, tapi yang ini selalu menguat setiap hari. Aku sudah merantau sejak 2004. Aku sudah lama bisa mengatasi rindu. Sudah terbiasa dengan deraannya yang mengikat hati. Aku sudah terbiasa mengenang rumah hanya dalam ingatan dan doa, mengingat ibu melalui rasa yang ditinggalkannya di kulitku yang mulai menua ini. Sembilan tahun aku...
Langganan:
Postingan (Atom)