Senin, 07 Oktober 2013

Anak Istimewa Untuk Orang Tua Istimewa


Gambar dari sini.


Aku pernah membaca dalam satu artikel di internet, tapi aku lupa dimana. Ketika aku cari menggunakan beberapa kata kunci juga belum ditemukan sejak tadi. Aku pikir biarlah.

Sebenarnya itu artikel lama yang pernah aku baca, beberapa tahun yang lalu mungkin. Kalau kalian bertanya dan penasaran apa yang membuat aku masih ingat apa yang dituliskan di sana walau sudah lewat bertahun tahun lamanya, aku jawab, pasti sesuatu yang istimewa. Artikel yang membuka pikiranku untuk berfikir berbeda. Kalau orang barat sana bilang, pola pikirku jadi ‘up side down’. Berbolak balik.

Dalam artikel itu diceritakan ada sepasang suami istri yang sedang menuju dokter untuk pemeriksaan rutin anak mereka. Saat itu mereka di sebuah lift yang akan mengantarkan mereka kelantai rumah sakit dimana dokter tersebut sedang praktik. Mereka murung dan sedih. Ada beban berat yang menyelimuti mereka ketika memikirkan nasib anak mereka.

Secara kebetulan, di dalam lift itu mereka juga bertemu dengan seorang pasangan muda yang membawa anak dengan kondisi sama dengan anak mereka. Keduanya, anak anak mereka itu, tergolek lemas di dalam kereta dorongnya masing masing. Usianya juga relatif sama. Mereka nyaris dalam kondisi yang sama. Yang membedakan justru adalah keadaan kedua orang tua mereka. Orang tua pertama dengan muka yang penuh beban, sedangkan yang kedua dengan wajah yang tetap berseri. Penasaran dengan bagaimana kedua orang tua yang kedua itu bisa tetap bahagia walaupun anak yang mereka miliki tak sempurna, orang tua pertama bertanya pada mereka dengan canggung tentang apa yang membuat mereka begitu besar hati menerima anak mereka yang tak sempurna itu. Jawabannya singkat dan sungguh telak.

“Well,” jawab mereka. “Anak yang istimewa hanya akan diberikan kepada orang tua yang istimewa. Tuhan tak pernah salah. Semua hanya tentang bagaimana kita menanggapinya.”

Subahanallah!

Sebuah jawaban yang cerdas dan seratus persen benar. Semua hanya tentang bagaimana kita menanggapinya. Selama ini, kebanyakan dari mereka yang dikarunia anak dengan kebutuhan khusus banyak yang mengeluh. Mereka sedih dan menyalahkan keadaan. Tak sedikit kisah yang menunjukkan kalau kemudian mereka menghujat Tuhan. Ahai, manusia! Siapakah dirimu yang berani menghujat Sang Maha Pencipta?

Manusia yang lemah bukan mahluk yang sempurna. Tuhanlah yang sempurna. Tuhan tahu dimana batas kemampuan kita. Tuhan tahu dimana tempat kita harusnya berhenti diberi cobaan. Saat cobaan datang kepada kita, saat itu Tuhan juga sudah tahu kalau kita mampu untuk melewatinya. Tinggal bagaimana kita sendiri untuk melewati ujian itu.

Walkers, ungkapan “Semua hanya tentang bagaimana kita menanggapinya” tidak hanya bisa digunakan dalam kisah yang pernah aku baca diatas. Sebenarnya hal itu bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari hari. Bahagia, duka, susah, sedih, berat, ringan, gembira, sebenarnya adalah kondisi kejiwaan yang bisa kita atur secara sadar. Pernah bukan kita mendengar ungkapan “berbahagialah maka hati kita akan menjadi riang, bukan karena hati kita riang kita jadi bahagia”. Banyak ungkapan sejenis dengan maksud yang nyaris sama. Ungkapan yang indah akan tetap menjadi ungkapan indah yang pernah kita baca, tak akan berarti sampai kita bisa menerap maknanya dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari hari.



لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir"







READ MORE - Anak Istimewa Untuk Orang Tua Istimewa

Kamis, 03 Oktober 2013

Broken Angel : Begitu menarik, Menghanyutkan, Menghempaskan Jiwa



Broken Angel. gambar dari sini

 

Rasanya semua orang sudah tahu dengan lagu ini. Broken Angel yang dibawakan dengan apik oleh Arash feat. Helena. Perpaduan iramanya yang mantab, membawa siapapun untuk hanyut dalam lagu ini. Suara Arash dan Helena yang begitu menggoda, membuat yang mendengarkan lagu syahdu ini terbuai sampai ke ujung angan angan. Apa lagi bagi yang tahu lirik dan artinya. Mereka yang masih berjiwa muda, yang didalam dirinya penuh dengan gairah ‘cinta’ pasti akan hanyut dalam setiap baitnya. Indah sekali, perpaudan dua budaya dengan bahasa cinta yang mengharu biru. Lengkap!

 

Buat yang belum tahu lirik dan terjemahannya, di sini aku berikan contekannya.

 


I'm so lonely, broken angel
Aku sangat kesepian, bidadari yang terluka

I'm so lonely, listen to my heart
Aku sangat kesepian, dengarkanlah isi hatiku


Man dooset daram
Aku tlah mencintaimu

Be cheshme man gerye nade
Jangan biarkan mataku menangis

Na, nemitoonam
Tidak, aku tak mampu

Bedoone to halam bade:
Tanpamu aku gila


CHORUS
I'm so lonely, broken angel
Aku sangat kesepian, bidadari yang terluka

I'm so lonely, listen to my heart
Aku sangat kesepian, dengarkanlah hatiku

One and only, broken angel
Satu-satunya, bidadari yang terluka

Come and save me, before I fall apart
Datang dan selamatkanlah aku, sebelum aku hancur


To har jaa ke bashi kenaretam
Dimanapun kau berada, aku di sisimu

Taa aakharesh divoonatam
Hingga akhir waktu, aku tergila-gila padamu

To to nemidooni ke joonami
Kau, kau tak tahu bahwa kaulah hidupku

Bargard pisham
Kembalilah padaku


CHORUS
I'm so lonely, broken angel
Aku sangat kesepian, bidadari yang terluka

I'm so lonely, listen to my heart
Aku sangat kesepian, dengarkanlah hatiku

One and only, broken angel
Satu-satunya, bidadari yang terluka

Come and save me, before I fall apart
Datang dan selamatkanlah aku, sebelum aku hancur


La la leyli la la leyli la laaa...

CHORUS (2x)
I'm so lonely, broken angel
Aku sangat kesepian, bidadari yang terluka

I'm so lonely, listen to my heart
Aku sangat kesepian, dengarkanlah hatiku

One and only, broken angel
Satu-satunya, bidadari yang terluka

Come and save me, before I fall apart
Datang dan selamatkanlah aku, sebelum aku hancur


La la leyli la la leyli la laaa...



Indah bukan? Yap! Begitu menghanyutkan…!!

Makna cinta yang digambarkan dengan sangat indah. Cinta yang mengharu biru. Apa lagi yang nonton vidoe clipnya. Pasti makin menghayati apa yang dimaksud oleh lagu ini.

Walkers, pernahkan kita berfikir sejenak tentang apa yang ada dibalik lirik lagu ini? Cinta bukan hal yang dilarang dalam Islam. Islam mengajarkan cinta kepada umatnya. Tentu saja cinta yang sesuai dengan tuntunanNya.

Lagu inipun berbicara tentang cinta, cinta suci yang abadi. Siapa yang tak mau? Semua orang mau itu dan Islam tidak melarangnya. Pada suatu waktu, aku juga pernah mendapat penjelasan kalau nantinya yang menjadi bidadari untuk seorang lelaki di surga adalah istri yang sangat dicintainya. Kalau lelaki itu punya lebih dari satu istri, maka istri yang terakhir atau istri yang paling dicintainya yang akan mendampinginya kelak. Entahlah, hanya Allah yang tahu tentang kebenaran rahasia ini.

Yang aku tahu, dalam Islam keabadian dan kesucian cinta itu ada. Jadi, lirik dalam lagu ini tidak memiliki masalah menurutku, sejauh konteksnya tentang cinta, tapi kalau dilihat pada bagian ini :

I'm so lonely, broken angel
Aku sangat kesepian, bidadari yang terluka

I'm so lonely, listen to my heart
Aku sangat kesepian, dengarkanlah hatiku

One and only, broken angel
Satu-satunya, bidadari yang terluka

Come and save me, before I fall apart
Datang dan selamatkanlah aku, sebelum aku hancur



Saat berduka, kita diajarkan untuk mengembalikan semuanya pada sang maha pencipta. Kita diminta untuk mengembalikan semua penderitaan kita pada Dzat yang telah memegang hidup kita. Dalam lagu itu, itu tak terjadi. Dalam lirik lagu yang menggetarkan jiwa itu, bukan Tuhan yang dijadikan landasan untuk mendengarkan apa yang sedang dia rasakan, tapi ‘broken angel’.

Broken angel dalam lagu itu diartikan sebagai bidadari yang terluka.  Menurut kamus online bahasa Inggris – Indonesia (http://kamusbahasainggris.com/), angel diartikan :

Terjemahan dari Inggris ke Indonesia:

angel : kb. 1 bidadari. 2 malaikat. a. of death malaikat maut. 3 Sl.: penyokong keuangan. Who is the a. of this musical? Siapa penyokong keuangan sandiwara? Be an a. and set the table for me Tolong persiapkan meja (makan) untuk saya. a. food cake semacam kue.

Sedangkan broken diartikan :

Terjemahan dari Inggris ke Indonesia:

break : kb. 1 patah. 2 putusnya. 3 keretakan. 4 perubahan. 5 istirahat, paus. 6 Sl.: kesempatan. 7 nasib. 8 pemutusan. -kkt. (broke, broken) 1 memecahkan. 2 mematahkan 3 memutuskan 4 menghentikan. 5 merusakkan. 6 menahan. 7 menguraikan. 8 melanggar.

Dalam bahasa Indonesia, dan juga kepercayaan sebagian besar masyarakat Indonesia dan dunia, bidadari adalah mahluk Tuhan yang digambarkan sebagai mahluk yang berkelamin perempuan, sedangkan malaikat, tidak ditentukan berkelamin apa. Kalau kita perhatikan lagi lirik dan video clipnya, lirik yang mengandung kata broken angel, dinyanyikan oleh Helena yang berkelamin wanita. Ini rasanya menjadi janggal. Sebab, bila broken angel diartikan sebagai bidadari yang terluka, maka gambarannya menjadi terbalik. Arash yang digambarkan meninggal dalam video clipnya. Ini diperkuat dengan kenyataan bahwa lagu broken angel ini adalah sekuel dari lagu Pure Love yang juga mereka nyanyikan berdua. Dalam video clip Pure Love tersebut, diceritakan Arash meninggal dalam sebuah kecelakaan. Menurutku, adalah lebih tepatnya kalau pada lirik ini, broken angel diartikan sebagai malaikat yang terluka, atau malaikat yang patah. Dengan demikian terjemahannya akan berubah menjadi :

I'm so lonely, broken angel
Aku sangat kesepian, malaikat yang terluka (patah)

I'm so lonely, listen to my heart
Aku sangat kesepian, dengarkanlah hatiku

One and only, broken angel
Satu-satunya, malaikat yang terluka (patah)

Come and save me, before I fall apart
Datang dan selamatkanlah aku, sebelum aku hancur (terjatuh)


gambar dari sini

Wew…

Coba perhatikan di sana. Sekali lagi siapa yang diminta datang untuk menyelamatkan hidup, jiwa, raga dan cinta Helena? Tak lain adalah broken angel, alias malaikat yang patah (terluka). Kalau kita telaah lagi, siapakah malaikat yang patah (terluka) itu?

Saya takut kata broken angel di sini adalah kata yang disinonimkan dengan kata fallen angel, alias malaikat yang terjatuh, alias lucifer. Ada kemiripan antara ajaran Kristen dan Islam dalam hal ini. Dalam Kristen diajarkan bahwa lucifer dahulunya adalah malaikat yang begitu taat. Tapi karena kesombongannya, maka dia terusir dari taman eden tempat dimana malaikat berkumpul. Sejak saat itulah, lucifer menjadi mahluk yang terkutuk dan menjadi simbol bagi perlawanan terhadap Tuhan.

Dalam Islam, kita mengenal iblis dahulunya adalah mahluk Tuhan yang taat juga. Karena kesombongannya saat diminta untuk sujud menghormati nabi Adam As, maka iblis menjadi mahluk yang terusir dari surga. Sejak saat itulah, iblis menjadi biang dari semua penentangan terhadap Tuhan. Ajaran dua agama samawi ini punya kemiripan yang nyaris sama dalam menceritakan siapa sebenarnya mahluk yang terusir itu. Malaikat / mahluk Tuhan yang taat mulanya.

Kembali lagi kita hubungkan ajaran ini dengan lirik lagu itu.

One and only, broken angel
Satu-satunya, malaikat yang terluka (patah)

Come and save me, before I fall apart
Datang dan selamatkanlah aku, sebelum aku hancur (terjatuh)


Yang diminta untuk menyelamatkan dirinya adalah sang broken angel itu. Kalau kita kaitkan lagi, kata broken menjadi yang patah, atau yang terputus, maka sekali lagi akan didapati pendekatan makna pada malaikat yang terputus dari rahmat Tuhannya karena telah menentangNya. Jadi apakah lagu ini intinya meminta pertolongan pada mahluk yang terlaknat itu? Kalau menurutku, besar kemungkinan hal itu ada dan bisa jadi.

lucifer, juga kerap kali digambarkan sebagai mahluk bersayap. (gambar dari sini)




Islam mengajarkan kita untuk meminta pertolongan hanya pada satu Tuhan saja, ALLAH SWT. Tak ada yang lain. Apa lagi meminta pertolongan pada mahluk seperti setan, jin dan iblis.  Di sini dimita kedewasaan kita untuk berfikir dan bertidak pada suatu hal yang ada. Jangan karena hal yang ada itu begitu indah dan mempesona, akhirnya kita tidak memikirkan lagi apa yang ada dibaliknya. Seperti berzina, korupsi, mabuk, semuanya indah, tapi apa yang ada dibaliknya adalah hal yang yang menyedihkan.

Kalau kita bahas lagi mengenai karya seni, kita mungkin masih ingat pada lagu Asereje yang dipopulerkan oleh Las Ketchup. Lagunya juga indah dengan iringan irama yang rancak, tapi siapa nyana kalau dibalik lagu itu ada maksud yang tersembunyi. Seperti juga lagu Alejandro mili Lady Gaga. Kalau dilihat sepintas liriknya memang tidak ada masalah, tapi kalau ditelaah lagi siapa sebenarnya yang dimaksud dalam lagu ini, sang Alejandro, maka kemudian lagu inipun jadi masalah besar. Bagaimana dengan lagu Broken Angel ini?

Disini yang berusaha aku sampaikan adalah apa yang ada dalam pikiranku, bukan penghakiman. Aku ingin berbagi isi pikiranku dengan kalian semua. Kalian bebas memutuskan untuk tetap menyanyikan lagu broken angel setelah membaca artikel ini atau tidak lagi. Semua terserah. Aku hanya ingin kita semua meminta pertolongan pada ALLAH semata, bukan yang lain. Bukankah setiap kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa y ang kita pimpin, termasuk seluruh anggota tubuh kita sendiri?





READ MORE - Broken Angel : Begitu menarik, Menghanyutkan, Menghempaskan Jiwa

Senin, 30 September 2013

Dumay to Duta : Ketika Pertama Kali Aku Bertemu Mereka

Banyak hal yang mungkin terjadi dalam dunia maya. Internet dengan berbagai media sosialnya memungkinkan kita untuk bertemu dengan beragam orang dari berbagai tempat. Sampai sekarang, jejaring sosial seperti Facebook telah berhasil pula mempertemukan mereka yang sudah lama sekali tidak bertemu, atau sebaliknya, menjadi sarana untuk terus terhubung antar mereka yang kemudian harus terpisah jarak dan waktu.

Aku juga adalah salah satu bagian yang dari mereka yang sering berinteraksi di dunia maya. Dunia maya mulanya mempertemukan aku dengan beberapa orang yang belum aku kenal sebelumnya. Kami saling berkenalan salah satunya adalah karena kami memiliki satu atau beberapa kesamaan. Beberapa karena alasan hobi, beberapa yang lain, karena kegilaan yang sama. 

Diantara mereka ada yang kemudian aku kenal dan hilang hanya dalam hitungan hari. Ada yang aku kenal, mulanya biasa, kemudian bertemu dan menjadi teman baik. Teman baik yang sampai seperti saudara. Yah, walau sebagian lain juga harus kembali menghilang dengan berbagai alasan. Beberapa pergi dengan perlahan seperti angin yang berlalu, tapi sebagian yang lain pergi setelah sembilu tertikam. Well, semua bisa terjadi aku kira.

Diantara mereka itu, ada beberapa orang yang meninggalkan kesan mendalam dan menjadi bagian tak terpisahkan akhirnya dalam kehidupanku. Mereka sahabat baikku sekarang. Sahabat yang bahkan seperti saudara dalam perantauan. Walkers, kali ini aku ingin memperkenalkan mereka kepada kalian. Sahabat dunia maya yang kemudian menjadi sahabat baik di dunia nyata. Siapa saja mereka?





Bunda Lahfy

Siapa dia? Seorang ibu rumah tangga biasa yang doyan berlama lama di depan komputer. Berkaca mata besar dengan kerudung yang besar. Pertama kali bertemu dengan beliau, aku mengira ada tokoh si Nida yang menjadi icon majalah Annida menjelma dalam dunia nyata. Orangnya menyenangkan saat diajak ngobrol, sama ramainya dengan saat kami bercakap cakap lewat dunia maya.

Bunda Lahfy adalah seorang blogger juga. Tinggal di Jakarta Barat. Posting pada blognya selalu menjadi acuan bagi mereka yang mencari referensi untuk menjalani hidup, mendidik anak, sampai berbagi kisah romantis tentang mantan pacarnya yang sekarang menjadi suaminya.

Pertama kail bertemu, aku tidak menyangka kalau aku bisa mengenalinya dari jarak yang cukup jauh. Saat itu tengah hari sekitar jam makan siang. Aku sedang berdiri menanti jemputan bersama seorang teman kantorku di depan pos satpam kompleks. Di depan kami, berbaur kendaraan roda dua dan roda empat yang sedang menjemput anak anak yang baru pulang dari sekolahnya. Namun aneh bin ajaib, dari jarak sekian puluh meter, aku bisa mengenali sosok beliau diantara ratusan orang yang menyemut di depanku. Ternyata, walau kami selama ini hanya kenal lewat tulisan tanpa suara dan foto tanpa sapa, memori otakku sudah menyimpan sosoknya untuk ditandai sebagai orang yang patut di kenang dan dipatri sebagai seorang sahabat.




Insan Robbani

Kecelakaan yang aku alami pada 15 Oktober 2010 menyisakan satu bekas luka yang akhirnya menjadi cirikhas di kepalaku. Pada saat pertama kali aku bertemu dengan kang Insan, bekas luka itu masih terlihat begitu jelas, memanjang dari alis keatas sampai menghilang tertutup rambut hitamku. 

Siang itu, aku baru saja keluar dari tempat cetak banner di daerah Ngagel Surabaya. Di tempat parkir yang berada tepat di depan percetakan itu, aku dicegat seseorang. Aku berfikir keras, siapa orang ini. Aku meresa tidak pernah mengenal dia.

“Ridwan ya?”

“Ya,” jawabku sambil berusaha mengingat dan mengenali siapa orang ini. “Siapa?” tanyaku lebih lanjut.

“Insan, Insan Rabbani…”

Aku gembira sekali siang itu disapa oleh seorang teman dari dunia maya. Hanya saja, yang membuat aku bingung, bagaimana dia begitu yakin kalau aku adalah Ridwan yang berteman dengannya di Facebook.

“Dari itu,” jawabnya sambil menunjuk kearah bekas luka di dahiku. Ah, bekas luka ini ternyata membawa berkah. Andai aku tidak memiliki ciri itu di kepalaku, munkin saat itu kang Insan akan ragu untuk menyapaku. Saat itu aku juga tidak mengenal kang Insan karena dia tidak pernah memajang foto dirinya di Facebook. Seingatku dulu, foto profilnya kebanyakan bergambar bunga. Cowok kok foto profilnya bunga. Jiagagagagagaga….

Kang Insan memang salah satu teman di dunia maya, tapi sekarang dia sudah menjadi sahabat yang selalu memberiku semangat, nasihat, masukan dan ide yang aku butuhkan. 

Kang Insan adalah salah satu blogger juga. Blognya, Media Robbani, menjadi salah satu blog bertema religi yang aku suka. Kang Insan tak hanya piawai dalam menulis blog yang berbau islami. Kebanyakan mungkin blogger yang menulis blog dengan tema yang sama adalah hasil dari pemikiran dangkalnya sendiri berdasarkan hukum agama yang masih abu abu baginya. Kang Insan berbeda. Ilmu agamanya sangat mendalam. Itu yang aku kagumi dari dia. Dia menulis apayang dia pahami betul. Maka itu, seorang teman menyebutnya sebagai orang yang “menulis dengan hati.”

Terus berkarya ya kang. Wujudkan inpianku untuk bisa membaca buku yang pada sampulnya tertulis nama kang Insan sebagai penulisnya.




Estin Putri


Aku memanggilnya bunda walau usia kami terpaut hanya beberapa tahun saja. Wanita cantik yang tidak bisa diam. Awalnya aku mengenal dia lewat ‘grup orang orang aneh’ (bukan nama grup sebenarnya) di facebook. Lewat Facebook itulah kami sering ngobrol lewat media pesan pribadi. Dari saling berbalas komen dan status, sampai akhirnya bertukar nomor hp, dari sekedar sms sampai bertelepon ria. Aku masih ingat betul saat dia menghubungiku pertama kali lewat telepon. Sang bunda sedang berada diatas roda duanya di jalanan siang yang menyengat di jalanan Surabaya yang bising. Aku juga masih ingat apa yang ditawarkan saat itu. Nasi goreng! Salah satu makanan favoritku.

Pertama kali bertemu dengannya, dia mengaku kalau sosokku tidak seperti apa yang dia bayangkan selama ini. Dikiranya aku tinggi besar, tapi nyatanya…, beginilah aku apa adanya… (. Pertemuan pertama kami juga ditempat yang istimewa. Di kompleks makam dan masjid Sunan Ampel Surabaya. Pada kopdar pertama itu, ada aku, bunda Estin, Om Willy, teman Om Willy (aku lupa namanya), Leela, Niken dan Firman. Saat itu aku benar benar untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di kompleks Sunan Ampel dan bertemu dengan mereka. Tak disangka, sampai sekarangpun hubungan kami tetap baik.

Bunda sudah seperti saudara sendiri bagiku. Aku sering curhat padanya kalau ada masalah. Usianya yang lebih dewasa, bisa memberiku masukan yang baik. Aku sering berkunjung ke rumahnya dengan berbagai alasan. Mulai dari sekedar berkunjung sampai untuk saling curhat tentang masalah masing masing. Pulang dari sana sering kali aku membawa makanan yang secara sengaja disediakan untukku. Ibu dan bapak dari bunda Estin juga memberikan perhatian yang lebih padaku. Pernah suatu ketika, aku diminta untuk menunggu beberapa lama dirumahnya hanya untuk menanti makanan yang beliau masak matang. Pulangnya, satu rantang lengkap beliau sodorkan padaku untuk disantap di tempat kos. Terharu sekali rasanya. Pernah juga suatu  saat, bunda Estin datang sendiri ke rumah kontrakanku untuk memasak kerang untuk makan siangku. Dia bukan keluarga bagiku, tapi perhatian yang diberikannya, melampaui apa yang bisa diberikan seorang saudara sekalipun.

Terimakasih untuk semuanya salama ini. Ada Allah yang akan membalasnya.




Indra Capunx

Namanya unik. Bahkan saat pertama kali aku berkenalan dengannya di Facebook, namanya lebih unik lagi, malah aneh!

Temanku yang satu ini hobi sekali basket. Dulu, sering dia bawa bola basket ke tempatku bekerja. Maklumlah, studio tempatku bekerja terletak di depan sebuah taman yang dilengkapi dengan lapangan basket. Sampai akhirnya, bola basketnya ‘menetap’ di studio itu dan tak pernah kembali.

Indra adalah salah satu sabahabat baikku. Dari makan, jalan, sampai tidur kami pernah bersama (tolong hilangkan pikiran kotor itu, kami masih normal :D). Bahkan saat aku terluntang lantung tanpa pekerjaan di Surabaya, Indra dan keluarganyalah yang menyediakan tempat untukku bernaung. Aku di terima di sana layaknya keluarga sendiri. Mulai dari makan sampai tidur disediakan dengan gratis. Entah dengan apa aku bisa membalas semua kebaikannya. 

Sampai sekarang, saat statusnya sudah berganti menjadi seorang ayah untuk bayi yang baru dilahirkan istrinya, persahabatan kami tetap kental. Aku masih sering berkunjung kerumahnya (kalau posisiku di Surabaya). Aku juga masih dianggapnya sebagai keluarga. Makan dan tidur di sana seperti sedang berada di rumah sendiri.

Ada sebaris doa yang selalu aku panjatkan. Berharap Allah akan memberikan kemudahan melebihi kemudahan yang pernah dia berikan padaku dan persahabatan ini akan langgeng selamanya.





Tak selamanya dunia maya membawa keburukan. Kalau kita pandai mengelolanya, banyak hal baik yang bisa kita dapatkan. Empat sahabatku itu adalah sebagian kecil contohnya.  Sebenarnya bukan hanya mereka sahabat yang aku dapat dari dunia maya. Masih banyak yang lainnya lagi. Banyak lagi kisah yang bisa dibagikan sebenarnya, tapi biarlah menjadi kenanganku sendiri. 












Bagaimana dengan kalian walkers, apakah kalian punya teman dari dunia maya yang menjadi teman dunia nyata seperti yang aku punya?



READ MORE - Dumay to Duta : Ketika Pertama Kali Aku Bertemu Mereka

Minggu, 29 September 2013

Cinta, Dari Mira W untuk Sebuah khayalan




Sore ini baru saja mendengarkan lagu Bahasa Kalbu-nya  Titi DJ. Lagu lama yang menyimpan banyak kenangan di hatiku. Saat pertama kali lagu ini diluncurkan, aku masih duduk di bangku SMP, kalau tidak salah ingat, masih kelas dua SMP. Lagu ini adalah sountrack sinetron Cinta yang diperankan oleh Desi Ratnasari, Primus dan Attalarik. Sinetron ini menurut saya adalah sinetron terbaik Indonesia yang pernah tayang di televisi nasional. Sinetron ini diangkat dari sebuah novel karya Mira W yang berjudul “seandainya Aku Boleh Memilih”.

Sinetron Cinta ini memang luar biasa dari segi cerita dan pemerannya. Diperankan oleh aktris dan aktor Indonesia yang punya bakat akting luar biasa, menjadikan sinetron ini patut untuk disimak. Lagu yang sering dibawakan dalam sinetron ini untuk meninabobokkan tokoh balitanya sempat menjadi hits juga dikalangan teman temanku saat itu. Lagunya indah sekali. Dinyanyikan dengan lembut penuh penghayatan.

Dari semua bagian yang bisa dikenang dari sinetron ini, menurutku, bagian pembukaannya adalah bagian yang paling bisa melambungkan impianku setinggi langit. Di sana selalu tertulis nama Mira W sebagai penulis cerita ini. Dalam bayanganku saat itu, betapa aku ingin menjadi seperti Mira W. Pandai menuiis dan diakui kehebatan serta kepiawaiannya dalam berkarya.

Kebetulan juga saat itu aku sedang getol getolnya untuk menyelesaikan tulisan pertamaku. Sebuah novel yang berjudul “Penantian.” Bercerita tentang cinta segitiga antar sahabat yang sudah lama tak bertemu. Yah, walau saat itu aku masih duduk di bangku SMP, tapi aku mampu menyelesaikannya juga. Dua buku tuils setebal tiga puluh delapan halaman aku habiskan untuk menyelesaikan kisahnya. Kata temanku sih, ceritanya bagus. Salah satu temanku malah menjadi pembaca setia saat satu demi satu bab aku selesaikan.

Saat yang bersamaan ada salah satu teman baikku juga yang sedang kecanduan untuk menulis. Tulisannya beda sekali gaya bahasanya dengan gaya tulisanku. Gaya tulisannya lebih mirip seperti cerita saduran dari luar negeri dengan nama yang juga kebarat baratan. Menurutku itu keren sekali, ada anak SMP yang bisa menulis dengan gaya bahasa seperti itu. Kesaan hobi kami itu yang menjadi pemicu buatku untuk terus menulis.

Sampai sekarangpun keinginan dan harapan untuk bisa menjadi penulis yang menghasilkan karya yang luar biasa masih hidup dalam otakku. Harapan itu terus saja hidup, walaupun untuk menemui nasibnya menjadi kenyataan bukan jalan yang mudah. Novel pertamaku bernasib tragis. Menjadi daftar hitam dalam sejarah hidupku. Aku sempat berfikir untuk menyerah, melupakan semua harapan dan menjalani hidup apa adanya.

Ketika tahun demi tahun berlalu, waktu juga yang menyadarkan aku bahwa apa yang disebut bakat dan keinginan yang tinggi itu tidak dapat dibunuh dengan cara apapun. Dia hidup bagai nyala lilin yang siap membakar dan membesar mejadi obor olimpiade pada saat yang tepat.

Saat ini aku masih terus saja berusaha mengasah kemampuan dan keberuntungan dalam dunia tulis menulis ini. Berharap semoga suatu hari aku benar benar bisa menghasilkan apa yang aku inginkan. Setiap kali nonton film, apa lagi saat di bioskop, aku selalu membayangkan kalau suatu saat, namakulah yang tertera di pembukaannya. Saat pergi ke toko buku, ingin rasanya aku meraih satu buku pada display terdepan toko buku tersebut dimana namaku tertulis sebagai penulisnya. Betapa masa yang aku harapkan akan benar benar terjadi!

Doakan aku untuk impianku ini, Walkers, kemudian akan ada doaku setulus hati untuk setiap cita cita dan harapan mulia yang kalian impikan.



READ MORE - Cinta, Dari Mira W untuk Sebuah khayalan